TEMPAT PENITIPAN BAYI TKI YANG HAMIL DI PERKOSA by Randy Tri Kurniawan
Sign in or create account to submit a comment.
Comments

No Comment

Spesification

Camera
Focal Length 0 mm
Shutter Speed sec
Aperture
Iso Film
Upload November 1, 2012

  Tangerang randytrik@gmail.com

 

 

 

TEMPAT PENITIPAN BAYI TKI YANG HAMIL DI PERKOSA

Sebagai tenaga kerja wanita (TKW) mengalami nasib sial saat bekerja di Luar negeri. Mereka menjadi korban pemerkosaan majikan hingga hamil. Karena Malu, sepulang ke Tanah Air, bayi-bayi mereka ditelantarkan bahkan di buang. Peduli dengan kondisi ini, Rumah Pedulu Anak (RPA) TKI didirikan di jurumudi, Benda, Kota Tangerang. Atas dasar keprihatinan atas nasib-nasib TKW serta bayi hasil hubungan gelap itulah yang mendasari didirikannya RPA TKI. Kadang ibu bayi-bayi tak berdosa ini malu membawa pulang bayinya. Oleh karenanya tak sedikit mereka melantarkan atau membuang bayinya ke toilet di Bandara Soekarno Hatta. Karena kalut mereka mereka sering kali berfikir kurang jernih. Padajal suatu saat nanti pasti mereka akan merindukannya anaknya. Meski dengan tujuan yang mulia, namun Rumah Peduli Anak TKI ini dalam perjalannya ternyata tidak semudah yang di bayangkan. Karena selain masalah dana yang paling berat adalah adanya anggapan dari masyarakat bahwa anak-anak yang ada di RPA TKI adalah anak haram. " Saya tidak rela jika anak-anak di katankan anak haram, karena jika mereka bisa protes kepada Tuhannua tentunya mereka tidak ingin terlahir dalam keadaan seperti sekarang. "ujar Yudi, Manajer RPA TKI RPA TKI ini tidak memungut biaya kepada para TKW yang menitipkan bayinya. Untuk biya operasional RPA TKI ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Rata-rata dalam satu bulan bisa menghabiskan antara Rp 12-15 juta. Dana sebesar itu paling banyak untuk membeli susu, popok sampai honor tiga baby sister, ibu asuh dan tenaga keamanan. Dana untuk RPA ini diperoleh dari beberapa donatur, Seperti BNP2TKI dan Yayasan Puri Cikeas. Bila ingin mengadopsi bayi RPA TKI memasang standar tinggi dan selektif bagi calon orang tua anggkat. Karena selain harus mampu secara finansial menghidupi anak angkatnya, calon orang tua tersebut harus memiliki latar belakang yang baik pula. Wajah bayi ini rata-rata arab sehingga tidak jarang ada orang yang mau mengadopsi dengan menyediakan yang di atas Rp 35 juta. Tapi Pihak RPA TKI ini tidak mau karena didirikannya RPA TKI bukan untuk jual beli anak, tetapi membantu TKW dan bayinya. Tex dan Foto : Randy Tri Kurniawan
Category Photojurnalism
Promotion 4
ImageBattles 33 (9W 24L)
View 3102

 

Social Sharing

Tweet




Image Battle History